Saturday, May 26, 2007

Toko Seks Tiru Iklan iPod

Apple Berang
Lathiefa Nur Ilma - detikInet
Gambar Iklan iGasm (NewsFactor)
Jakarta, Produsen si mungil iPod, Apple, rupanya tak terbahak dengan iklan Ann Summers. Tentu saja tidak tergelitik, kalau ternyata iklan toko mainan seks tersebut mirip dengan iklan iPod Apple.
Barang yang dianggap memiliki kemiripan dengan iklan iPod ini bernama iGasm. Perangkat aneh berbentuk bulat telur ini dipasang pada iPod Apple untuk kemudian menghasilkan getaran yang kekuatannya tergantung pada volume musik. Perangkat aneh ini dijual seharga US$ 60 (US$1=Rp 8750, sumber: detikcom).
Gambar iklan iGasm berupa siluet seorang wanita yang memakai kabel putih yang sudah familiar seperti milik iPod, dan melilit badannya mulai dari telinga hingga ke bawah. Dilihat sekilas, tampaknya wanita itu menikmati dengan apa yang ia miliki.
NewsFactor yang dikutip detikINET, Sabtu (26/5/2007) melansir, Apple berniat menghentikan hal yang dianggap cabul ini dan telah mengirimkan surat berisi permintaan penurunan iklan untuk Ann Summer.
Namun, Ann Summers rupanya tak gentar. Bos toko tersebut seakan malah balik menantang dengan berkata," Mungkin saya akan mengirimi mereka (Apple-red) sebuah iGasm untuk mengembalikan senyum yang hilang dari wajah mereka."
__._,_.___

Tuesday, May 22, 2007

Steelpad 4S Mod

Ok, first off the Steelpad 4S is a mouse pad that doesn't really need modding (it looks sweet right out of the box) but in the sites tradition to try and mod everything it too shall be modded. First thought... blue. It has to be blue to match my case theme and existing desk mods and with that the idea to accent the outer shape of the pad by trimming the edge with blue EL wire was born. Powering the blue EL wire is no problem since I have already built and modded a testing PSU, so all I have to do after the pad is modded is plug the inverter into one of the (glowing) molex connectors from my Atomic MOBY desktop PSU and presto... a blue glowing mouse pad. Did I mention that the mod cost less than $15.00?

Pre-Mod: The Steelpad 4S is definitely a good looking mouse pad.


Materials:

All you need for this mod is a Steelpad 4S, a 5' glo-wire kit in any color and some clear automotive door edge molding. EL wire is a great product, but the biggest problem with it (other than the EL inverter noise) has always been how best to adhere it to where you want it, my solution has always been door edge molding. The cool thing about door edge molding is that it has a bead of glue in the channel that helps to hold it in place, and there is enough room in the channel for EL wire.

Process:

I started edging the mouse pad with the molding at the top, just to the right of the topmost rubber foot. I continued around until the door edge molding ran out, then I grabbed another strip and continued around until I got to where I started. I cut the piece a little bigger than needed and left it unattached, then I cut a part of the back of the edge molding out so that the wires could be fed through. I began running the EL wire at the side of the molding I didn't cut, starting right at the heat shrink connection to the wiring.

I pushed the EL wire under the molding on the face of the mouse pad and then used my all purpose tool (green plastic spoon) to run it the rest of the way around the pad. I slid the handle of the spoon beneath the edge molding and held the EL wire taught and it ran the entire length with out a snag. I went back over it with the spoon handle a second time to make sure the EL wire was even all around. When the EL wire met back up with itself I then cut the edge of the molding that had been left unattached so that it fit flush against the other side of the molding and stuck it down.

The excess EL wire was wrapped in a circle and taped to the back of the mouse pad. Flip it over and make any adjustments to the EL wire or door edge molding necessary. I found that the edge molding tended to buckle up around the corners of the pad but after a little coaxing it did lay down pretty good. All that's left now is to plug it in, fire it up and see this thing glow...

Finished:

Well, now that's pretty. A simple mod for under fifteen bucks that took all of fifteen minutes to accomplish. Have a tall cold beer and congratulate yourself on yet another mod well done.

Happy Modding.

Guide written by Troy, aka ARTbyTROY.

Sunday, May 20, 2007

TIPS MEMBELI NOTEBOOK / PC

TIPS MEMBELI NOTEBOOK / PC

Sebelum membeli notebook / PC ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa hal penting, yang sering dilupakan. Baik speksifikasi, harga, garansi, maupun sparepart dari barang yang akan kita beli. Seringkali kita terkecoh dengan harga murah tetapi ada beberapa fitur kebutuhan kita yang tidak terpenuhi. Untuk itu sebelum membeli perhatikan tips tips dibawah ini, yang mungkin bermanfaat
1. Ciptakan kebutuhan Anda : seringkali kita membeli notebook tidak sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya hanya untuk ngetik ngetik doing kita beli notebook terbaru dengan dengan fasilitas core 2 duo dengan memori 1 Gb. Terlalu berlebih bila kita memikirkan pemakaian terlalu jauh kedepan yang akan kita gunakan Ingat selalu akan ada notebook / PC keluaran terbaru dengan fasilitas baru yang lebih komplit dan canggih.
2. Budget : tentukan anggaran anda sebelum membeli notebook / PC , dengan menyesuaikan anggaran anda bisa mengurangi hardware yang belum begitu bermanfaat misalnya DVD writer bagi pengguna home user.
3. Harga : ada baiknya sebelum membeli lakukan perbandingan harga beberapa merek dari beberapa penjual notebook dengan spesifikasi yang sama dan pastikan Notebook / PCyang akan anda beli harganya murah.
4. kelengkapan : setiap notebook baru yang dijual ada beberapa kelengkapan yang perlu diperhatikan misal CD operating system, (windows) CD Driver, adaptor, tas, Dus, dll


Bagi yang suka traveling notebook merupakan piranti untuk mempermudah kerja kita. Banyak hal yang patut diperhitungkan antara lain:
1. Berat : semakin berat notebook akan semakin membuat kita malas dalam membawanya . notebook teringan beratnya hingga 1 kg.
2. Layar : semakin besar ukuran layar notebook yang kita beli, bisanya semakin nyaman pula kita memakainya tertama bila kita sering menggunakan aplikasi grafis, misalnya editing gambar, bermain games, surfing internet. Tapi lebar layer notebook biasanya diikuti dengan beratnya dan berbalikan dengan harganya . Semakin kecil layarnya semakin mahal harganya. Jadi pastikan ukurannya layarnya sesuai dengan kebutuhan kita.
3. Baterai: tanyakan berapa lama baterai tahan dalam keadaan notebook tidak dicolokkan ke listrik. Ada beberapa baterai notebook telah ditarik dari pasaran karena meledak. Informasi lebih lanjut lihat infoother --Awas!! Notebook meledak--
4. Processor Amd, Intel Pentium & Celeron, VIA, semua processor tersebut tidak bermasalah, hanya penting sekali bagi kita membandingkan kecepatannya apakah sesuai dengan kebutuhan kita.
5. memori : sangat penting diperhatikan, untuk windows xp minimal berjalan lancer di kapasitas 256 mb, semakin tinggi kapasitasnya semakin cepat aksesnya
6. Vga : demikian pula dengan vga, merupakan card untuk pengolahan grafis, semaking besar kapasitas memorinya dan semakin tinggi kemampuannya, akan sangat bermanfaat sekali untuk pengelolaan gambar/games yang yang membutuhkan detail dan kecepatan.
7. Wifi : piranti untuk koneksi internet maupun jaringan tanpa kabel.


Membeli notebook /PC bekas apakah bermasalah ??.
Membeli barang elektronik second memang tidak mudah bahkan berkesan untung untungan tapi ada baiknya bila kita meminimalisir kerugiannya.perhatikan berbagai tips berikut :

1. Cara mudah untuk mengetahui pc anda berfungsi dengan baik nyalakan pc anda selama minimal 3 hari , buka sebanyak mungkin berbagai aplikasi. apakah terjadi hang?, apakah keluar blue screen?, Cek setiap hardwarenya, apakah masih berfungsi dengan baik? Terkadang hardware yang tidak compatible tidak membuat hang secara langsung tapi setelah terlalu banyak aplikasi dijalankan ataupun karena panas yang berlebihan.

2. Gunakan aplikasi Bantu seperti Norton utility, benchmark, 3D mark untuk mengecek kapasitas, kecepatan, dan spesifikasi barang yang anda beli.

3. Untuk PC lebih baik cek setiap hardwarenya didepan penjualnya seperti processor, memori, hardisk. Cdom, Karena tekadang kita tidak tahu apabila processor yang kita beli hasil overclok, hardisk yang sudah pernah dipotong kapasitasnya untuk menghilangkan bad sector, sedangkan CDRom / CDRw, biasanya kalau second opticnya sudah lemah, susah membaca. karena lensa optic cdrom memang umurnya terbatas

4. Mintalah segel disetiap hardwarenya sebagai tanda beli di toko tersebut.

5. dan yang terakhir pastikan ada garansinya walaupun hanya beberapa hari

PC Case Modd

I started with the side panels (wings), which were cut from plywood. The cockpit of the TIE Fighter was most problematic part to build. After several failed attempts to create a ball out of Bondo, I finally found the perfect sphere—a Jolly Ball (a pet store item). A plywood cutout that I installed inside the ball holds all the computer components, and PVC piping connects the cockpit to the wings. Accurate detailing was created using wood filler, wood strips, glues, paints, and caulking. The whole thing was painted, and the desktop surface (Plexiglas) was attached.

Star Wars TIE Fighter Case Mod
click on image for full view

The wood cutout allowed me to divide the cockpit into two chambers. The front chamber includes a FlexATX motherboard and an Athlon XP 1800+. All other components, including an 80GB hard drive, the power supply, and a CD ROM drive that pops out the bottom, are fitted into the rear chamber. The green laser canons on the front of the cockpit are the power-on and HDD activity LEDs. Power and reset buttons are built into a side panel. Red LEDs light up the interior of the case. A 12cm fan draws air out of both chambers.

Star Wars TIE Fighter Case Mod at Night
click on image for full view

The entire project cost me about 300 dollars to complete (sans computer components), and I spent four months working on it.

David Barry.

Saturday, May 19, 2007

Sosok di Balik Kesuksesan MP3

MUNCULNYA perangkat lunak MP3 telah mendorong dunia musik untuk tampil di barisan terdepan. Format data ini memungkinkan transfer file musik lewat internet sehingga dapat dengan mudah diunduh (di-download) oleh masyarakat, langsung dari PC mereka.
MP3 adalah kependekan dari MPEG Audio Layer III dan merupakan standar untuk kompresi audio yang dapat memperkecil file musik tanpa mengurangi (atau hanya sedikit mengurangi) kualitas suara yang dihasilkan. MP3 merupakan bagian dari keluarga MPEG, singkatan dari Motion Pictures Expert Group, suatu standar untuk format video dan audio yang menggunakan sistem kompresi.
Di Indonesia, format MP3 mulai populer seiring dengan menjamurnya lapak-lapak maupun distributor penjualan software. Tempat-tempat semacam ini biasanya memperjual-belikan CD (compact disc) berisi lagu-lagu dalam format MP3. Setiap keping CD dengan kapasitas 700 MB sanggup menyimpan kurang lebih 200 lagu. Inilah keistimewaan format musik MP3 yang membedakannya dengan format musik lain. Ukuran file-nya yang relatif kecil sangat memudahkan dalam penyimpanan maupun pemindahan (transfer).
Namun demikian, belum banyak orang yang tahu mengenai kisah sang penemu, yang telah memadukan pengetahuan tentang matematika, suara, dan elektronika - yang secara luar biasa, melakukannya tanpa
mengharapkan keuntungan pribadi.
Tolak tawaran dana
Kisah ini dimulai dari suatu tempat bernama Institut Frauenhofer, salah satu lembaga penelitian di Jerman yang paling prestisius dan memperkerjakan kurang lebih 250 orang sarjana. Mereka adalah para ilmuwan dan insinyur terbaik Jerman, walaupun kabarnya gaji yang mereka terima tidak lebih besar dari yang ditawarkan oleh standar industri.
Profesor Karl Heinz Brandenburg adalah salah satu ilmuwan yang bekerja di institut tersebut. Keterlibatannya dalam bidang kompresi musik dimulai sejak tahun 1977. Pada awalnya, Profesor Dieter Seitzer-lah
yang memiliki gagasan untuk menciptakan suatu metode dalam mentransfer musik melalui jalur telefon standar. Saat itu, idenya dianggap sebagai suatu teroboson brilian. Namun demikian, ia menolak setiap tawaran dana yang datang sebagai bantuan penelitian. Ia justru memutuskan untuk membentuk suatu kelompok kerja tersendiri yang terdiri dari para ilmuwan dan teknisi Frauenhofer yang memiliki minat terhadap topik semacam itu. Keberminatan Bradenburg terhadap matematika, elektronik, dan gagasan-gagasan nyleneh menjadikan mereka sebagai partner yang ideal.
Selanjutnya, penelitian mengenai kompresi file musik ini dipimpin langsung oleh Bradenburg, dan dilakukan di Institut Frauenhofer, divisi Integrated Circuits (Frauenhofer IIS), di Bavaria. Bradenburg kemudian memutuskan untuk berkonsentrasi pada upaya pengompresian file lewat algoritma. Hasilnya adalah algoritma "MPEG-1 Layer 3" yang kemudian dipersingkat menjadi "MP3".
Sedikitnya jumlah penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya memaksa Bradenburg dan kawan-kawan untuk menciptakan metode, teori, dan risetnya tersendiri. Kebanyakan dari pekerjaan mereka tidak hanya tentang bagaimana mengurangi ukuran file, melainkan untuk mengetahui tingkat penurunan kualitas suara yang masih dapat ditoleransi oleh persepsi manusia.
Otak dan telinga
Dalam menciptakan MP3, Brandenburg menganalisis bagaimana otak dan telinga manusia menangkap suara. Teknik yang digunakan berhasil memanipulasi telinga dengan membuang bagian yang kurang penting pada suatu file musik. Sebagai contoh, apabila terdapat dua nada yang mirip, atau apabila nada tinggi dan rendah muncul secara bersamaan, otak hanya akan memproses salah satunya. Sehingga algoritma MP3 akan memilih sinyal yang lebih penting dan membuang sisanya.Hasilnya adalah file MP3 mampu mengurangi ukuran file audio orisinal hingga 10 kali lebih kecil. Sebagai contoh, sebuah lagu dengan durasi
3 menit dapat menyita alokasi hard-disk sebesar 30 MB. Lagu yang sama dengan format MP3 hanya membutuhkan ruang sebesar 3 MB dengan penurunan kualitas suara yang minimum.
Penemuannya telah mendapatkan sejumlah perhatian di negaranya sendiri, Jerman. Tetapi sambutan hangat justru ia peroleh saat berkunjung ke Silicon Valley untuk melakukan presentasi pada 1997. Di sana ia
mendemonstrasikan pengetahuannya mengenai cara menekan ukuran file WAV tanpa membuat pendengar mengetahui perbedaannya. Beberapa pihak pun menunjukkan ketertarikannya untuk membeli projek tersebut atau mengambil alih hak kepemilikannya. Namun, Institut Frauenhofer bersikeras untuk menjaga semua hak ciptanya, walaupun mereka sebenarnya tidak memiliki banyak uang untuk mengawasi perlindungannya.
Diawali dengan Winamp
Kesuksesan MP3 dimulai pada 1998, ketika Winamp, sebuah mesin pemutar MP3 yang dibuat oleh sepasang mahasiswa bernama Justin Frankel dan Dmitry Boldyrev, ditawarkan secara cuma-cuma di internet. Dalam seketika, penikmat musik di seluruh dunia terhubung dalam satu jaringan pusat bernama MP3, dan saling menawarkan musik-musik yang memiliki hak cipta, secara gratis.
Sebelum terlalu lama, programmer lain pun seperti tidak mau ketinggalan kereta. Mereka menciptakan berbagai perangkat lunak pendukung untuk para pencinta MP3 (MP3 junkies). Encoder, ripper, dan player terbaru dirilis setiap minggunya, dan pertumbuhannya bergerak semakin kencang. Mesin-mesin pencari pun membuat proses pencarian file MP3 tertentu yang dikehendaki menjadi semakin cepat. Selain itu, player portabel seperti Rio dan iPod membuat MP3 dapat dinikmati sambil berjalan.
Saat ini, MP3 ditawarkan sebagai program shareware. Ini artinya siapa pun yang berminat dapat mendaftarkan pada Institut Frauenhofer dan membuat perangkat lunak atau file MP3-nya sendiri. Sejujurnya, mengenai hal tersebut, Bradenburg memang tidak memiliki banyak pilihan karena projek ini tidak memiliki partner software langsung dan tidak memiliki anggaran untuk membuat rantai distribusi dan pemasarannya
sendiri.
Brandenburg menyatakan bahwa ia sangat puas dengan pekerjaannya dan tidak mengambil keuntungan apa pun daripadanya. Ia pun mengaku tidak memiliki selembar saham pun di perusahaan internet atau perusahaan lain yang menggunakan format MP3. Bahkan, ia tidak tertarik terhadap uang sama sekali. "Saya tidak peduli dengan angka-angka yang ada di buku tabungan saya. Tetapi, saya sangat puas dengan apa yang telah saya lakukan, dengan rekan-rekan kerja, dan apa yang telah kami hasilkan bersama," ujarnya pada majalah Jerman, Der Spiegel. Namun demikian, Brandenburg tidak berpikir bahwa sistem ini akan
menghancurkan industri musik seperti yang banyak pihak telah ramalkan.
"Saya pikir hal itu tak akan terjadi, tetapi kita memang telah mengubah industri... Industri harus memahami cara mengendalikan media digital yang baru ini dan peluang yang menyertainya. Mereka harus berkonsentrasi pada hal-hal yang positif ketimbang yang negatif."
Menolak tawaran
Dengan segala kesuksesan yang telah ia raih, berbagai tawaran menggiurkan pun datang menghampiri, termasuk posisi keprofesoran di Amerika Serikat. Meski demikian, ia tetap bersikap sederhana dan rendah hati. Tampaknya ia sudah cukup bahagia dengan 'dunia kecil'-nya di pinggiran kota Berlin.
Ia pernah berkata pada pers Jerman bahwa setiap kali ia berselancar di internet dan menemukan situs MP3 terbaru dan mengetahui bahwa masyarakat menikmati sesuatu yang pernah ia buat, "Hal itu memberikan perasaan senang yang tak terlukiskan, " ujar Brandenburg suatu hari.***
Rizki Harit Maulana